Jika material tidak bergerak:
cash tertahan.

Jika WIP terlalu banyak:
cash tertahan.

Jika finished goods tidak terjual:
cash tertahan.

Jika customer belum membayar:
cash tertahan.

Maka:
Profit dan cash adalah dua hal yang berbeda.

Studi Kasus: Integra

Pada 30 Juni 2025, Integra mencatat persediaan sekitar Rp3,03 triliun, sementara uang muka pembelian sekitar Rp912,9 miliar. Ini menunjukkan besarnya modal yang secara operasional terkait dengan siklus produksi dan pembelian perusahaan.

Angka tersebut bukan bukti bahwa seluruh inventory tersebut buruk atau tidak produktif.
Itu penting.
Inventory adalah bagian normal dari bisnis manufacturing.

Yang harus ditanyakan adalah:
Berapa inventory yang benar-benar diperlukan untuk menjaga service level, dan berapa yang sebenarnya berlebihan?

Inventory Composition

Inventory dapat berupa:

  • raw material;
  • WIP;
  • finished goods;
  • spare parts;
  • packaging.

Masing-masing memiliki economics berbeda.

MOPINTAR INVENTORY-TO-CASH

Purchasing -> Raw Material -> WIP -> Finished Goods -> Sales -> Receivable -> Cash

Semakin lama siklus tersebut, semakin besar cash yang harus dibiayai perusahaan.

Cash Conversion Cycle

Secara sederhana:
Inventory Days

Receivable Days − Payable Days = Cash Conversion Cycle

Semakin panjang, semakin besar kebutuhan pembiayaan operasi.

Jangan Terlalu Cepat Mengurangi Inventory
Ini juga harus jujur.
Inventory terlalu tinggi memang berbahaya.
Tetapi inventory terlalu rendah juga bisa menyebabkan:

  • production stoppage;
  • stockout;
  • late delivery;
  • lost sales.

Jadi tujuan bukan:
Minimum Inventory.

Tetapi:
Optimal Inventory.

CEO
Berapa cash yang terkunci dalam operating cycle?

CFO
Berapa working capital requirement?

COO
Apakah inventory muncul karena demand atau karena planning yang buruk?

HR
Apakah disiplin process dan accountability mendukung inventory control?

Inventory yang tidak bergerak bukan sekadar barang yang memenuhi gudang.
Ia adalah cash perusahaan yang kehilangan kesempatan untuk bekerja.

-------------------------------------------------

Tetapi siapa yang membuat keputusan purchasing?
Siapa yang membuat production plan?
Siapa yang mengatur inventory?
Siapa yang menjalankan mesin?
Siapa yang menyelesaikan defect?

Jawabannya:
PEOPLE.

Tetapi jangan buru-buru menyalahkan people.

Artikel selanjutnya : Mesin Sudah Modern, Tetapi Produktivitas Belum Tentu Naik: The People-System-Profit Connection