“Orangnya Tidak Produktif.”

Kalimat ini sangat mudah keluar ketika output turun.

Tetapi pertanyaan yang lebih profesional adalah:
“Apakah orangnya tidak produktif, atau sistem kerjanya tidak membuat orang produktif?”

Ini dua hal berbeda.
People × Process × System × Skill

Produktivitas bukan hanya:
jumlah orang.

Produktivitas adalah interaksi:
People x Skill x Role x Process x System = Productivity

Masalah Produktivitas Bisa Berasal dari Banyak Hal

  1. Skill
    Orang belum memiliki kompetensi yang dibutuhkan.
  2. Role
    Orang ditempatkan tidak sesuai capability.
  3. Workload
    Beban kerja tidak seimbang.
  4. Process
    Ada terlalu banyak waiting.
  5. Machine
    Downtime tinggi.
  6. Material
    Material terlambat.
  7. Supervisor
    Kontrol harian lemah.
  8. Standard Work
    Tidak ada cara kerja baku.

Maka:
Low productivity tidak otomatis berarti low-performance employee.

Studi Kasus: Chitose

Chitose pada 2025–2026 secara eksplisit mengaitkan peningkatan fleksibilitas produksi dengan pengembangan kompetensi multi-skill karyawan. Perusahaan juga menyebut penguatan fleksibilitas, lead time, efisiensi dan efektivitas produksi sebagai bagian dari strategi 2026.

Ini menarik.

Multi-skill bukan sekadar program training.
Ia memiliki tujuan operational:
production flexibility.

PEOPLE-PROFIT FRAMEWORK

  1. PEOPLE
    Siapa yang melakukan? 
  2. SKILL
    Apakah mereka mampu?
  3. ROLE
    Apakah ditempatkan dengan tepat?
  4. PROCESS
    Apakah proses memungkinkan mereka produktif?
  5. SYSTEM
    Apakah target dan kontrol tersedia?
  6. PRODUCTIVITY
    Apa outputnya?

PROFIT

HR Harus Berubah Cara Melihat Productivity

Jangan hanya:
Headcount.

Mulai melihat:

  • output/man-hour;
  • labor cost/unit;
  • overtime;
  • absenteeism;
  • skill coverage;
  • multi-skill ratio;
  • supervisor span;
  • productivity per line.

Dengan begitu:
HR tidak hanya mengelola people cost.

HR ikut mengelola: People Productivity.

CEO
Apakah organisasi kita dirancang untuk menghasilkan productivity?

CFO
Apakah labor cost sebanding dengan output dan margin?

COO
Apa penyebab utama kehilangan productive hour?

HR
Skill gap mana yang paling mahal bagi operasi?

Jangan buru-buru mengatakan orang tidak produktif.
Pastikan terlebih dahulu bahwa sistem kerja memang dirancang untuk membuat orang produktif.

-------------------------------------------

Sekarang kita sudah membongkar:

  • order;
  • cost;
  • productivity;
  • quality;
  • inventory;
  • people.

Tetapi muncul persoalan baru: Bagaimana CEO bisa melihat semuanya sebelum menjadi kerugian?
Artikel selanjutnya: CEO Tidak Bisa Mengendalikan Profit dengan Dashboard yang Hanya Melihat Masa Lalu