“Orangnya Tidak Produktif.”
Kalimat ini sangat mudah keluar ketika output turun.
Tetapi pertanyaan yang lebih profesional adalah:
“Apakah orangnya tidak produktif, atau sistem kerjanya tidak membuat orang produktif?”
Ini dua hal berbeda.
People × Process × System × Skill
Produktivitas bukan hanya:
jumlah orang.
Produktivitas adalah interaksi:
People x Skill x Role x Process x System = Productivity
Masalah Produktivitas Bisa Berasal dari Banyak Hal
- Skill
Orang belum memiliki kompetensi yang dibutuhkan. - Role
Orang ditempatkan tidak sesuai capability. - Workload
Beban kerja tidak seimbang. - Process
Ada terlalu banyak waiting. - Machine
Downtime tinggi. - Material
Material terlambat. - Supervisor
Kontrol harian lemah. - Standard Work
Tidak ada cara kerja baku.
Maka:
Low productivity tidak otomatis berarti low-performance employee.
Studi Kasus: Chitose
Chitose pada 2025–2026 secara eksplisit mengaitkan peningkatan fleksibilitas produksi dengan pengembangan kompetensi multi-skill karyawan. Perusahaan juga menyebut penguatan fleksibilitas, lead time, efisiensi dan efektivitas produksi sebagai bagian dari strategi 2026.
Ini menarik.
Multi-skill bukan sekadar program training.
Ia memiliki tujuan operational:
production flexibility.
PEOPLE-PROFIT FRAMEWORK
- PEOPLE
Siapa yang melakukan? - SKILL
Apakah mereka mampu? - ROLE
Apakah ditempatkan dengan tepat? - PROCESS
Apakah proses memungkinkan mereka produktif? - SYSTEM
Apakah target dan kontrol tersedia? - PRODUCTIVITY
Apa outputnya?
PROFIT
HR Harus Berubah Cara Melihat Productivity
Jangan hanya:
Headcount.
Mulai melihat:
- output/man-hour;
- labor cost/unit;
- overtime;
- absenteeism;
- skill coverage;
- multi-skill ratio;
- supervisor span;
- productivity per line.
Dengan begitu:
HR tidak hanya mengelola people cost.
HR ikut mengelola: People Productivity.
CEO
Apakah organisasi kita dirancang untuk menghasilkan productivity?
CFO
Apakah labor cost sebanding dengan output dan margin?
COO
Apa penyebab utama kehilangan productive hour?
HR
Skill gap mana yang paling mahal bagi operasi?
Jangan buru-buru mengatakan orang tidak produktif.
Pastikan terlebih dahulu bahwa sistem kerja memang dirancang untuk membuat orang produktif.
-------------------------------------------
Sekarang kita sudah membongkar:
- order;
- cost;
- productivity;
- quality;
- inventory;
- people.
Tetapi muncul persoalan baru: Bagaimana CEO bisa melihat semuanya sebelum menjadi kerugian?
Artikel selanjutnya: CEO Tidak Bisa Mengendalikan Profit dengan Dashboard yang Hanya Melihat Masa Lalu