Banyak perusahaan manufaktur terlihat sibuk, mesin berjalan, karyawan penuh, produksi terus berjalan. Tapi di balik itu, biaya membengkak, produksi tidak stabil, dan cash flow tertekan.
Masalahnya bukan sekadar kurang orang atau alat.
Masalahnya adalah sistem operasional yang tidak terkendali.
Di sinilah saya masuk.
Saya tidak datang dari teori. Saya datang dari lapangan.
Saya pernah masuk ke perusahaan manufaktur yang operasionalnya berantakan, material berserakan, alur kerja tidak jelas, dan produksi tidak terkendali.
Dengan merombak sistem operasional dan struktur kerja, perusahaan tersebut berhasil meningkatkan produktivitas sekaligus menurunkan jumlah karyawan secara signifikan, dari 398 menjadi 182 orang, tanpa menurunkan output.
Biaya turun, produksi naik, dan perusahaan mulai kembali terkendali.
Sejak itu, saya fokus membantu perusahaan manufaktur yang mengalami kondisi serupa:
operasional kacau, biaya tinggi, dan profit tidak optimal.
Pendekatan saya sederhana, bukan hanya memberi saran, tapi memastikan perubahan benar-benar terjadi di lapangan.